Dari Sumber terpecaya hasil wawancara team Kompas Gramedia mantan camat Sanggar Ahmad Mutalib beliau memberikan keterangan terkait lokasi Tampuro dan awal pemberian nama lokasi ini. Pengakuan Ahmad Mutalib beliau menegaskan dari beberapa Sumber dari orang tua jaman dahulu Kata "tampuro" dari kata "tampu`U". 'tampu`U" (bhs. Bima) merupakan kata kerja yang artinya memualai sesuatu pekerjaan atau awal untuk memulai melakukan usuha (bernenak). Pada tahun 1952 masyarakat Sanggar bersama sama datang kelokasi mata air memulai membawa ternaknya untuk dilepaskan dilokasi mata air awal memulainya "tampu`U ro".
Dari beberapa sumber tertulis sejarah mengenai letusan gunung Tambora tahun 1815, lokasi Tampuro sama sekali tak disebutkan dalam referensi. Beberapa tempat disebutkan dalam catatan sejarah letusan Tambora 1815 tersebut adalah Kananga, Kadinding, Katupat, Labunae Donggotabe, Cempaka (Jempaka) Sanggari, Piong, Boro, Kore, Taloko.
Adapun nama Tampuro,Tatangatebe, Ndanoleke merupakan pemberian nama oleh masyarakat sekitar tahun 1952 dan wilayah ini tergolong masuk dalam wilayah Sanggari merupakan lokasi pemberian baru oleh masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar