Oleh : As'ad
(Lembaga Kearifan Lokal Indonesia)
Hasil laut bermacam memberikakan ciri khas masing-masing Daerah. Ceita rakyak suku sasak, tentang hewan laut seperti cacing menjadi santapan yang sangat lezat bagi masyarakat suku Sasak Lombok Nyale adalah cacing laut ukuran kecil panjang berkisar 3 hingga 5 cm dan besarnya berukuran 0,1 sampai 0,3 mili. Tradisi masyarakat suku sasak memanen Nyale dilakukan secara turun temurun hingga diwariskan saat ini. Musim panen Nyale berkisar bulan Mei, Juni dan Juli.
Nyale hewan laut berupa cacing ini kepercayaan masyarakat Sasak.
Lain halnya dengan hasil laut yang sangat lezat menjadi santapan masyarakat yang ada di semenanjung Sanggar. Hewan laut ini Berupa sejenis ikan kecil yang ukuran panjang 2 sampai 4 cm dengan diameter 0,2 hingga 0,4 mili. Ikan ini sejenis anak ikan gabus dengan ciri hewan laut ini (Ifu) tubuhnya ada warna belang-belang hitam pada ruas-ruas tubuhnya. Ikan kecil ini masyarakat Sanggar dan sekitarnya menyebutnya Ifu.
Ikan kecil ini (Ifu) akan keluar menyusuri pengir pantai muara aliran sungai yang menuju pantai, seperti Sungai Nanga NaE, Sungai Diwu PaA kecamatan Sanggar, kadang Juga keluar di Sungai Paropa Malaju Kecamatan Kilo.
Ifu ini biasanya keluar antara bulan January, Pebruary, Maret. Musim keluarnya biasanya, akhir bulan(perhitungan Bulan Langit) bulan hari ke 25,26,27,28,29,30,31. Kadang Juga keluar Ifu ini awal bulan Bulan hari ke 3,4,5,6,7,8,9 Perhitungan penanggalan bulan masyarakat lokal menyebutnya "aona morin tolu naina moriƱa sampai pidunaina morina" atau juga, " Pidunaina madena sampai tolunaina madena wura".
Tradisi masyarakat mengolah Ifu ini biasanya direbus di masukan air Jeruk(lowi sakade), kadang Juga dipepes. Saat sekarang pengolahannya kadang digoreng campur telur dan tepung bersama marica.
Berburu Ifu ini menggunakan jaring dengan perahu jala ketinting, ada juga yang menggunakan secara tradisional.




